Sumbangan Online Tanpa Agunan Di Lhokseumawe

by

Wali Kota Lhokseumawe Minta Gubernur Aceh Lanjutkan Program Jaminan  Kesehatan Aceh
Source: regional.kompas.com

Wali Kota Lhokseumawe Minta Gubernur Aceh Lanjutkan Program Jaminan Kesehatan Aceh.

PDF) POLITIK PENYETERAAN DAYAH DI ACEH
Source: www.researchgate.net

PDF) POLITIK PENYETERAAN DAYAH DI ACEH.

Download Document - BAPPEDA Aceh
Source: www.yumpu.com

Download Document - BAPPEDA Aceh.


Pencari Sumbangan Ganti Baju di Lhokseumawe Diusut Tuntas

https://belitung.tribunnews.com/

https://www.facebook.com/posbelitung/

https://www.youtube.com/channel/UCg3dT_3UAIZYiHVwzdYvPyg/videos

https://www.instagram.com/posbelitung/

Pencari Sumbangan Ganti Baju di Lhokseumawe Diusut Tuntas

Video aktivitas sekelompok pria yang turun dari mobil dan kemudian mengganti baju mereka dengan busana muslim (jubah) dan membawa kotak sumbangan di Jalan Listrik, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, atau depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lhokseumawe, Sabtu (23/7/2022), viral di media sosial.
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Lhokseumawe, Tgk H Abubakar Ismail (Abati) berharap pihak berwenang mengusut tuntas kasus tersebut.
Abati kepada Serambi, Sabtu (23/7/2022), mengatakan, karena dari dulu di Aceh sudah ada dinas pendidikan dayah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, itu berarti dayah-dayah di seluruh sudah ada perhatian khusus dari pemerintah.
Karena itu, menurut Abati, pemerintah jangan lagi memberi izin atau peluang kepada pesantren untuk mencari sumbangan baik di lampu merah atau ke rumah-rumah.
"Dengan adanya pihak pesantren mencari sumbangan berarti pihak ketiga bisa masuk.
Bisa mengatasnamakan pesantren, bahkan ada yang mengatasnamakan masjid, panti asuhan, dan sebagainya," jelas Tgk Abubakar.
Bila tidak ada lagi pesantren yang meminta santrinya untuk mencari sumbangan ke rumah-rumah atau ke lampu merah, lanjut Abati, tentu orang-orang itu tak bisa masuk.
Masyarakat pun sudah tahu bahwa yang mencari sumbangan tersebut bukan pihak pesantren.
Karena pihak pesantren tidak lagi mencari sumbangan ke luar.
Kepada masyarakat yang ingin menyumbang, Abi berharap bisa memberi sumbangan dengan langsung datang ke pesantren yang dia mau.
"Jadi, seperti itu cara untuk mengantispasi.
Kalau tidak, kasus seperti ini bakal terus menerus terjadi di Aceh," katanya.
Pada saat ada ketegasan dari pemerintah untuk melarang pesantren mencari sumbangan, lanjut Abati, tentu pesentren-pesantren juga harus mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah.
"Jangan nanti saat dilarang cari sumbang, tapi pemerintah tidak memberi bantuan kepada pesantren.
Ini jadi masalah juga.
Ini harus jadi perhatian serius," timpal Abati.
Abati juga berharap pemerintah lebih selektif dalam memberi izin pendirian dayah.
Menurut Tgk Abubakar, adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan pesantren untuk mencari sumbangan sudah terjadi sejak dulu.
Bahkan, ada pesantren yang menjadi korban.
"Saya sendiri pernah jadi korban.
Ada orang yang mengatasnamakan pesantren kita mencari sumbangan.
Sedangkan kita tidak tahu dan sumbangan yang dikumpulkan tidak pernah diberikan kepada kita," ungkapnya.
Khusus terkait video yang viral itu, Abati menyatakan, pihaknya tidak bisa terus menuduh.
Tapi, perlu diperiksa oleh pihak berwajib terlebih dulu.
Orangnya sudah jelas, mobilnya sudah jelas, dan tempatnya sudah jelas.
Karena itu, pihak berwajib bisa memanggil orang tersebut.
"Kalau kita tuduh itu palsu, kadang-kadang itu benar utusan dayah.
Kalau kita bilang utusan dayah, kadang-kadang orang itu memanfaatkan kondisi.
Jadi, kita tidak bisa berandai-andai," papar Abati.
Namun, hal seperti itu tidak bagus.
"Karena di mobil ada perempuan.
Kalau benar utusan pesantren, mana ada perempuan dalam mobil.
Kemudian, tidak ada dalam mobil pakai baju preman dan saat turun baru pakai jubah.
Tidak ada orang pesantren begitu.
Kalau jubah di mobil, ya jubah di luar juga.
Ini kan mencurigakan.
Makanya, pihak berwenang harus memeiksa agar semuanya bisa jelas," pungkas Abati.
Permintaan hampir sama juga disampaikan Pimpinan Pesantren QAHA (Qari Hafizh) Ukhwatul Quran, Tgk Jamaludin H Kadir, dan Ketua Ikatan Muslimin Aceh Meudaulat (IMAM),Tgk Muslem At-Thahiri.
Lakukan penertiban
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, mengatakan, pihaknya hanya bisa meminta kepada dinas terkiat (Satpol PP dan dinas sosial) untuk menertibkan pengemis atau peminta sumbangan.
Sebab, menurutnya, pemerintah kabupaten/kota sudah ada qanun tentang hal tersebut yang di dalamnya turut diatur sanksi bagi yang melanggar.
Henki juga meminta pihak pesantren agar selektif dalam memberikan surat permohonan bantuan untuk pembangunan pesantren tersebut.
“Dalam hal ini perlu ada surat tembusan ke Forkopimda, sehingga dapat mengetahui giat itu,” jelas Henki Ismanto, kepada Serambi, kemarin.
Agar kasus seperti itu tak menjadi polemik di kalangan masyarakat, menurut Kapolres, dinas terkait bisa membuat spanduk dan imbauan di tempat keramaian yang isinya tidak menerima sumbangan dalam bentuk apa pun.
Kasatpol PP dan WH Lhokseumawe, Zulkifli, kepada Serambi, mengakui dirinya pagi tadi (pagi kemarin-red) juga menerima menerima kiriman video tersebut dari warga melalui pesan WhatsApp (Wa).
"Lokasinya memang pas di depan DLK Lhokseumawe," katanya.
Menurut Zulkifli, dirinya sudah mengerahkan semua personel untuk mengintai keberadaan pria-pria yang ada dalam video tersebut.(*)

Download Document - BAPPEDA Aceh

Berita Seputar Bank Aceh | Bank Aceh | Page 15
Source: www.bankaceh.co.id

Berita Seputar Bank Aceh | Bank Aceh | Page 15.

SATUAN ORGANISASI DAN TATA KERJA - STIE) Lhokseumawe [PDF Document Library]
Source: e-dokumen.id

SATUAN ORGANISASI DAN TATA KERJA - STIE) Lhokseumawe [PDF Document Library].

PRO KONTRA RANCANGAN PERATURAN DAERAH LHOKSEUMAWE TENTANG LARANGAN DUDUK  SECARA MENGANGKANG BAGI PEREMPUAN DI SEPEDA MOTOR
Source: 123dok.com

PRO KONTRA RANCANGAN PERATURAN DAERAH LHOKSEUMAWE TENTANG LARANGAN DUDUK SECARA MENGANGKANG BAGI PEREMPUAN DI SEPEDA MOTOR.

Related image of Sumbangan Online Tanpa Agunan Di Lhokseumawe